- Resmi Dilantik Menteri ATR/BPN, Kakantah Pimpin Definitif Kantor Pertanahan Kota Jayapura
- Apresiasi Pelayanan Prima: Bartolomius A. Amir Dinobatkan sebagai Petugas Loket Terbaik Maret 2026
- Komitmen Melayani: Layanan Tatap Muka Kantor Pertanahan Kota Jayapura Tetap Buka di Hari Jumat
- Penyerahan Berita Acara Serah Terima Protokol Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Maryatie Simanjuntak
- Digitalisasi Layanan Pertanahan: Kantor Pertanahan Kota Jayapura Tekankan Aplikasi Sentuh Tanahku
- Jamin Kelancaran Layanan Pertanahan, Plt. Kakan Pertanahan Kota Jayapura Lantik PPAT Pengganti
- Laskar Mahesa Jenar di Ujung Tanduk: Bayang-bayang Degradasi ke Liga 3 Nyata di Depan Mata
- Simeone Masterclass: Meski Kalah di Kandang, Atletico Madrid Depak Barcelona dari Liga Champions
- Tembok Kokoh London: Arsenal Redam Sporting CP demi Tiket Semifinal Bersejarah
- Percepat Konektivitas Papua Tengah, Wapres Gibran Tinjau Langsung Pengembangan Bandara Douw Aturure
Waspada Varian Baru Cicada, Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Internasional

JAKARTA – Otoritas kesehatan nasional kini tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya varian baru COVID-19 yang dijuluki sebagai varian "Cicada". Hingga pekan ini, varian tersebut dilaporkan telah terdeteksi menyebar di sedikitnya 20 negara, memicu kekhawatiran global akan potensi gelombang baru infeksi.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan mulai memperketat protokol pengawasan di seluruh pintu masuk internasional, termasuk bandara dan pelabuhan laut. Penggunaan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) kembali dioptimalkan, dan pemeriksaan dokumen kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri diperketat guna mencegah masuknya varian ini ke wilayah Indonesia.
Para ahli epidemiologi menyebutkan bahwa varian "Cicada" memiliki beberapa mutasi pada protein lonjakan (spike protein) yang diduga dapat meningkatkan kemampuan virus untuk menular lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan serta efektivitas vaksin yang ada saat ini terhadap varian tersebut.
Baca Lainnya :
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Pemprov Papua Targetkan Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Rampung Tahun Ini0
- Jayapura Kondusif Pasca Paskah 2026, Sinergi Aparat dan Masyarakat Jaga Kekhidmatan Ibadah0
- Efisiensi Anggaran Besar-besaran, Perjalanan Dinas Dipangkas Hingga 70 Persen0
- Kejutan di Wembley: Samurai Biru, Jepang Bungkam Inggris 1-00
- Akhiri Penantian 24 Tahun, Turki Segel Tiket Piala Dunia 20260
"Kami terus memantau perkembangan genomik dari varian Cicada ini melalui koordinasi dengan organisasi kesehatan dunia. Penguatan surveilans di pintu masuk negara adalah prioritas utama kami saat ini untuk mendeteksi dini potensi kasus impor," ujar perwakilan otoritas kesehatan dalam keterangan resminya.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama saat berada di kerumunan atau ruang tertutup. Selain itu, pemerintah mendorong warga yang belum melengkapi dosis vaksinasi maupun booster untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna meningkatkan perlindungan kolektif.










