- Awal Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, BMKG Minta Wilayah Ini Tetap Siaga Hujan
- Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura hadiri FGD Penyelesaian Tumpang Tindih Batas Lahan
- Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura Dorong Sinergi Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan
- Kantor Pertanahan Kota Jayapura Gelar Rapat Koordinasi Internal dan Evaluasi Kinerja
- Kepala Kantah Kota Jayapura Resmi Dilantik Sebagai Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026
- Kantah Kota Jayapura Ikuti Monev PTSL dan Lintor Bersama Kanwil BPN Papua
- Langkah Baru Dimulai: 5 PNS Kantor Pertanahan Kota Jayapura Resmi Dilantik
- Fitur Berbagi Akses Sertipikat di Aplikasi Sentuh Tanahku, Wujud Transparansi dan Keamanan
- Kantah Kota Jayapura Serahkan Penghargaan Petugas Loket Terbaik Bulan Mei kepada Billy Rischi Wotulo
- Upacara Hari Lahir Pancasila BPN Se-Jayapura Raya: Komitmen Mengamalkan Nilai Luhur Lewat Pelayanan
Awal Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, BMKG Minta Wilayah Ini Tetap Siaga Hujan
.png)
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam menghadapi dinamika cuaca yang cukup unik di awal bulan ini. Memasuki periode sepekan ke depan, tepatnya 30 Juni hingga 6 Juli 2026, wilayah Indonesia diprediksi mengalami perluasan musim kemarau secara signifikan, namun di saat yang sama peluang hujan lebat masih mengintai sejumlah daerah.
Kemarau Meluas dan Suhu Maksimum Meningkat
Berdasarkan data kedeputian meteorologi, sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) di Indonesia diprediksi akan memasuki puncak musim kemarau sepanjang Juli 2026. Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, NTT bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, serta beberapa kawasan di tanah Papua.
Indikator perluasan kemarau ini diperkuat oleh hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang mencatat sekitar 11% wilayah pengamatan berada dalam kategori panjang, dan 2% berada dalam kategori sangat panjang. Kondisi ini memicu lonjakan suhu udara maksimum yang berkisar antara 35 hingga 36,1°C di sejumlah provinsi seperti Aceh, Banten, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, hingga Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura hadiri FGD Penyelesaian Tumpang Tindih Batas Lahan0
- Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura Dorong Sinergi Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan0
- Kantor Pertanahan Kota Jayapura Gelar Rapat Koordinasi Internal dan Evaluasi Kinerja0
- Kepala Kantah Kota Jayapura Resmi Dilantik Sebagai Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 20260
- Kantah Kota Jayapura Ikuti Monev PTSL dan Lintor Bersama Kanwil BPN Papua0
Mengapa Hujan Signifikan Masih Terjadi?
Meski udara kering mulai mendominasi, BMKG menegaskan bahwa peluang hujan intensitas sedang hingga lebat belum sepenuhnya hilang, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian utara dan sekitar garis ekuator.
Anomali cuaca ini dipicu oleh aktifnya beberapa fenomena dinamika atmosfer skala regional dan lokal, di antaranya:
Aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator yang bergerak di sekitar Sumatra hingga wilayah Pasifik.
Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di wilayah perairan barat Sumatra dan Papua.
Munculnya Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik utara serta sirkulasi siklonik di beberapa titik yang membentuk daerah konvergensi (pertemuan angin), sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara masif.
Peta Peringatan Dini dan Wilayah "Siaga" Sepekan Ke Depan
Berdasarkan prakiraan cuaca berkala, BMKG membagi potensi cuaca ekstrem ke dalam dua periode waktu:
1. Periode 30 Juni – 2 Juli 2026
Masyarakat diminta mewaspadai peningkatan hujan intensitas sedang di wilayah Sumatra bagian utara dan tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Selain itu, status SIAGA akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang ditetapkan untuk wilayah berikut:
Bengkulu
Kalimantan Tengah
Sulawesi Tengah
Papua Barat Daya
2. Periode 3 – 6 Juli 2026
Intensitas hujan di sebagian wilayah mulai mengalami penurunan. Namun, hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di jalur barat Sumatra, Kalimantan Tengah dan Timur, Sulawesi, Maluku, serta tanah Papua. Status SIAGA cuaca ekstrem pada periode ini terpusat di wilayah:
Papua Barat Daya
Imbauan BMKG Kepada Masyarakat
Mengingat kondisi atmosfer yang sangat dinamis, BMKG mengeluarkan dua rekomendasi penting yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing:
Untuk Wilayah yang Memasuki Kemarau: Masyarakat diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca terik siang hari, serta menggunakan pelindung seperti payung atau sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat: Kewaspadaan harus ditingkatkan terhadap dampak hidrometeorologi basah seperti genangan air, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat terjadi angin kencang dan badai petir.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan cuaca secara berkala melalui aplikasi resmi InfoBMKG atau kanal media sosial resmi @infobmkg agar dapat melakukan langkah antisipatif dengan tepat.










